Jumat, 10 Juni 2016

RINGKASANBUKU EKONOMI - BAHASA INDONESIA 2

1.      Membuat ringkasan buku ekonomi!
======================================================
A.     IDENTITAS BUKU
Judul                : Anggaran Perusahaan
Penulis  : Drs. Gunawan Adisaputro, M.B.A. & Drs. Marwan Asri, M.B.A.
Penerbit            : BPFE-YOGYAKARTA
Tahun terbit      : 2012
Tebal buku       : 324 halaman
Jumlah BAB     : XI

B.     RINGKASAN
BAB 1 ANGGARAN SEBAGAI PERALATAN MANAJEMEN
1.      ANGGARAN SEBAGAI SISTEM PERENCANAAN TERPADU
Semakin kompleksnya masalah menyebabkan banyak kegiatan harus dilaksanakan berdasarkan perencanaan yang cermat. Anggaran atau lengkapnya business budget adalah salah satu bentuk dari berbagai rencana yang mungkin disusun, meskipun tidak setiap rencana dapat dosebut seabagai anggaran. Business budget, orang sering menerjemahkan menjadi anggaran perusahaan, adalah rencana tentang kegiatan perusahaan. Rencana ini mencangkup berbagai kegiatan operasional yang saling berkaitan dan saling mempengaruh satu sama lain.
2.      ANGGARAN PENDEKATAN SISTEM
Anggaran dapat dianggap sebagai sistem yang memiliki kekhususan tersendiri atau sebagai suatu sub-sistem yang memerlukan hubungan (interface) dengan subsitem lain yang ada dalam perusahaan itu.
Demikian juga halnya dengan anggaran. Anggaran juga dapat dianggap sebagai sistem yang otonom karena mempunyai sasaran serta cara-cara kerja tersendiri yang merupakan satu kebualatan dan yang berbeda dengan sasaran serta cara kerja sistem  lain yang ada dalamperusahaan.


3.      ANGGARAN DAN PENGANGGARAN
Salah satu definisianggaran yang banyak di pakai adalah sebagai berikut. Business budget adalah suatu pendekatan yang  formal dan sistematis daripada pelaksanaan tanggung jawab manajemen didalam perencanaan, koordinasi dan pengawasan.
Anggaran merupakan kata benda, yakni hasil yang di peroleh setelah menyelesaikan tugas perencanaan. Di dalam suatu menyusun anggaran perusahaan maka perlu di perhatikan bahwa anggaran harus realistis, luwes dan kontinu.
4.      ANGGARAN KOMPREHENSIF DAN ANGGARAN PARSIIL
Anggaran jenis budget komprehensif jenis kegiatan yang dicangkupnya meliputi seluruh aktifitas perusahaan bidang marketing, produksi, keuangan, personalia dan administrasi.

BAB 2 MANFAAT ANGGARAN SEBAGAI ALAT PERENCANAAN DAN PENGAWASAN
            Anggaran sebagai alat manajemen untuk keperluan perencanaan dan pengawasan mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Perkembangan ini diukur dari segi manfaat yang ingin diperoleh dari pengguna sistem itu di dalam pelaksanannya. Semakin banyak dan rumit yang di tuju, semakin banyak persyaratan yang dituntut dalam persiapan dan penyusunannya. Demikian sebaiknya.
Persyaratan yang dimaksud meliputi:
1)      Jenis dan mutu data yang didapat disediakan
2)      Sistem akuntansi keuangan dan akuntansi biaya
3)      Sikap manajemen di dalam menanggapi adanya pengubahan biaya dan harga-harga
4)      Tingkat kewenangan yang diberikan pimpinan kepada bawahannya
oleh karena itu manajemen perlu menentukan terlebih dahulu pilihan sasaran dan manfaat apa yang ingin diperolehnya dari penggunaan anggaran sebagai alat manajemen.


1.      TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN ANGGARAN
Pekembanan anggaran dipandang dari segi manfaat yang ingin diperoleh pada dasarnya dapat dibagi dalam tiga tahapan yaitu:
·        Anggaran sebagai alat penaksir, dari segi manfaat yang dapat di peroleh ini merupakan perkembangan yang paling awal dari anggaran sebagai alat perencanaan.
·        Anggaran sebagai plafond an sekaligus alat pengatur otorisasi, tahapan ini sudah setingkat lebih maju. Bilaman sistem akuntansi biaya yang dipakai bersifat ektra komtabel, maka anggarannya bersifat statis.
·        Anggaran sebagai alat penilai efisiensi, merupakan tingkat perkembangan yang paling akhir. Baik fungsi perencanaan maupun fungsi pengendalian keduanya sama menonjolnya.
BAB 3 STRUKTUR ORGANISASI DAN PENGANGGARAN BIAYA
            Anggaran sebagai alat manajemen berfungsi merencanakan dan mengawasi keuntungan. Keuntungan yang sebenarnya dilaporkan sebagai data akuntansi dalam rekening laba/rugi. Keuntungan yang dianggarkan juga disusun dalam bentuk anggaran rugi laba.
            Oleh karena itu kita perlu membedakan antara penganggaran biaya dengan pemanfaatan biaya.
1.      Pentinnya struktur organisasi dalam penganggaran biaya struktur mencerminkan organisasi dengan demikian akan memberikan kepada kita gambaran tentang siapa yang tanggung jawab.
2.      Penganggaran biaya dan pemanfaatan biaya menunjukkan pada kita proses tentang siapa yang harus bertanggung jawab atas jenis biaya tertentu.
  
BAB 4 ANGGARAN PENJUALAN
            Dalam menyusun anggaran penjualan ada langkah-langkah yang perlu dilakukan  menurut Gunawan Adisaputro dan Marwan Asri meliputi:
1)      Penentuan dasar-dasar anggaran
a.       Penentuan relevant variable yang mempengaruhi penjualan
b.      Penentuan tujuan umum dan khusus yang diinginkan
c.       Penentuan strategi pemasaran yang dipakai
2)      Penyusunan Rencana Penjualan
a.        Analisis ekonomi, dengan mengadakan proyeksi terhadap aspek-aspek makro seperti : moneter, kependudukan, kebijaksanaan-kebijaksanaan pemerintah di bidang ekonomi dan teknologi.
b.      Melakukan analisa industri yang dilakukan untuk mengetahui kemampuan masyarakat menyerap produk sejenis yang di hasilkan oleh industri.
c.       Melakukan analisa prestasi penjualan yang lalu yang dilakukan untuk mengetahui posisi perusahaan pada masa lalu.
d.      Analisa penentuan prestasi penjualan yang akan datang, dilakukan untuk mengetahui kemampuan perusahaan mencapai target penjualan di masa depan, dengan memperhatikan faktor- faktor produksi seperti : bahan mentah, tenaga kerja, kapasitas produksi dan keadaan permodalan.
e.       Menyusun forecast penjualan, yaitu untuk meramalkan jumlah penjualan yang diharapkan dengan anggapan segala sesuatu berjalan seperti masa yang lalu.
f.        Menentukan jumlah penjualan yang dianggarkan.
g.       Menghitung rugi/laba yang mungkin diperoleh.
h.       Mengkomunikasikan rencana penjualan yang telah disetujui pada pihak lain yang berkepentingan.

            Semua langkah-langkah di atas bertujuan untuk memudahkan manajemen dalam menyusun anggaran penjualan.



3)      Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Anggaran Penjualan
Pada anggaran penjualan agar realistis perlu mempertimbangkan beberapa faktor yang mempengaruhi anggaran penjualan. Menurut Ellen Cristina faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut :

1.      Faktor intern, yaitu faktor-faktor yang berasal dari dalam perusahaan, antara lain
A.     Penjualan tahun-tahun yang lalu.
B.     Kebijaksanaan perusahaan yang berhubungan dengan masalah penjualan.
C.     Kapasitas produksi dan kemungkinan perluasannya.
D.     Tenaga kerja yang dimiliki.
E.      Modal yang tersedia.
F.      Fasilitas-fasilitas lainnya.

2.      Faktor ekstern, yaitu faktor-faktor yang berasal dari luar perusahaan.
A.     Keadaan persaingan di pasar.
B.     Posisi perusahaan dalam persaingan.
C.     Tingkat pertumbuhan penduduk.
D.     Tingkat penghasilan masyarakat.
E.      Elastisitas permintaan terhadap harga barang yang dihasilkan perusahaan.
F.      Agama, adat istiadat dan kebiasaan masyarakat.
G.     Kebijaksanaan pemerintah.
H.     Keadaan perekonomian nasional/internasional.
I.        Kemajuan teknologi, barang substitusi dan selera konsumen.
            Dengan memperhatikan faktor-faktor di atas perusahaan harus jeli di dalam merencanakan dan mengendalikan penjualannya agar tujuan perusahaan dapat tercapai dengan baik.
4)      Efektivitas
A. Pengertian Efektivitas
            Salah satu unsur penting untuk manajer adalah mengukur pelaksanaan untuk mencapai tujuan organisasi akan perusahaan. Pengukuran pelaksanaan tersebut dalam manajemen kita kenal dengan pengukuran efektivitas. Oleh karena itu, konsep tersebut harus dipertimbangkan dalam pelaksanaannya dengan tujuan untuk menyelesaikan kondisi yang ada dalam perusahaan.
            Menurut Anthony dalam bukunya ”Sistem Informasi” menyataka Efektivitas adalah hubungan antara keluaran suatu pusat tanggung jawab dan sasaran yang harus dicapainya.
            Menurut Arrens and Loebbecke dalam bukunya ”Auditing Pendekatan Terpadu”menyatakan Efektivitas adalah menilai apakah suatu lembaga atau organisasi telah memenuhi tujuan yang ditetapkan dalam mencapai standar kelayakan yang mengacu kepada pencapaian suatu tujuan.”
            Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa efektivitas selalu berhubungan dengan tujuan yang telah ditetapkan. Dimana suatu perusahaan dapat diartikan telah dioperasikan secara efektif apabila perusahaan tersebut dapat mencapai hasil sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

5)      Kriteria Efektivitas
 Ada beberapa kriteria efektivitas yang harus diketahui, menurut Arrens dan Loebbecke dalam bukunya ”Auditing Pendekatan Terpadu” menyatakan
”1. Kinerja historis
  2.Kinerja yang dapat diperbandingkan
  3.Standar rekayasa
  4.Diskusi dan kesepakatan.

6)      Pengendalian
A.     Pengertian Pengendalian
            Pengendalian merupakan kebijaksanaan, prosedur dan praktik yang diterapkan oleh manajemen untuk mengelola perusahaan dalam usaha mencapai tujuan perusahaan secara efektif dan efisien, mencakup koreksi atas kekurangan, kelemahan dan penyimpangan yang ada serta penyesuaian operasi agar sesuai dengan sasaran untuk membandingkan hasil dengan rencana. Hasil pengendalian sangat penting dalam pencapaian sasaran.
            Menurut R. N. Anthony, J. Dearden, dan N. Bedford dalam bukunya
Sistem Pengendalian Manajemen menyatakan
            Pengendalian adalah proses untuk memotivasi dan memberi semangat orang-orang yang melaksanakan kegiatan-kegiatan demi mencapai tujuan organisasi.
Menurut Harold Koontz dalam bukunya Manajemen Dasar, Pengertian dan Masalah menyatakan
            Pengendalian adalah pengukuran dan perbaikan terhadap pelaksanaan kerja bawahan, agar rencana-rencana yang telah dibuat untuk mencapai tujuan-tujuan perusahaan dapat terselenggara.
            Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulakn bahwa pengendalian dapat diartikan secara umum sebagai upaya yang dilakukan manajemen supaya pelaksanaan tidak menyimpang dari rencana. Selain itu juga memberi semangat kepada karyawan untuk melaksanakan kegiatan agar mencapai tujuan yang ditentukan.

7)      Jenis-Jenis Pengendalian
            Pengendalian merupakan proses mengevaluasi pelaksanaan nyata setiap komponen organisasi dan melaksanakan tindakan koreksi untuk itu perlu mengklasifikasikan pengendalian tersebut. Menurut Welsch, dkk dalam bukunya ”Anggaran Perusahaan” jenis-jenis pengendalian adalah sebagai berikut :
1. Pengendalian awal
Dipergunakan sebelum kegiatan atau tindakan dilaksanakan untuk menjamin bahwa sumber daya manusia dan dahan baku telah dipersiapkan dan perusahaan telah siap untuk melaksanakan kegiatan.
2. Pengendalian berjalan (biasanya dalam bentuk laporan kinerja berkala)
Pemantauan (dengan menggunakan observasi personal dan laporan-laporan) terhadap aktivitas berjalan untuk menjamin bahwa tujuan dapat dicapai dan kebijakan serta prosedur telah ditetapkan dengan benar.
3. Pengendalian umpan balik
Tindakan pasca operasi memfokuskan pada hasil periode sebelumnya untuk menghasilkan aktivitas di masa yang akan datang.

8)      Prosedur Pengendalian
            Pengendalian berhubungsn dengsn pengukursn efisiensi dan efektivitas dalam menggerakan bahan dan tenaga kerja serta sumber keuangan terhadap suatu tujuan. Kegiatan ini meliputi perbandingan dengan berbagai jenis standar kualitas, waktu, maupun nilai. Kegiatan tersebut meliputi pengambilan tindakan yang perlu bilamana terjadi kondisi-kondisi yang menyimpang dari target.
            Proses pengendalian berjalan dirancang untuk membantu memantau aktivitas yang sedang berjalan dari satu unit usaha dan setiap pusat tanggung jawab. Prosedur pengendalian menurut Welsch dalam bukunya ”Anggaran Perusahaan” adalah :
1. Membandingkan kinerja aktual untuk periode yang bersangkutan dengan tujuan dan standar yang telah ditetapkan sebelumnya.
2. Menyiapkan laporan kinerja yang berisi aktual, hasil yang direncanakan dan selisih dari kedua angka tersebut.
3. Menganalisis penyimpangan antara hasil aktual dengan hasil yang direncanakan dan selisih dari kedua angka tersebut.
4. Mencari dan mengembangkan tindakan alternatif untuk mengatasi masalah dan belajar dari pengalaman pihak lain yang telah sukses di suatu bidang tertentu.
5. Memilih (tindakan koreksi) dari kumpulan alternatif yang ada dan menerapkan tindakan tersebut.
6. Tindak lanjut atas pengendalian untuk menilai efektivitas dari tindakan koreksi yang diterapkan. Lanjutkan dengan umpan maju umtuk membuat perencanaan periode berikutnya.”

9)      Pengendalian Penjualan
            Aktivitas penjualan sangat erat hubungannya dengan tujuan perusahaan, sehingga menjadi pusat perhatian yang utama karena dengan adanya aktivitas penjualan ini diharapkan dapat menghasilkan keuntungan yang semaksimal mungkin dan berkesinambungan serta perusahaan dapat mempertahankan kelangsungan hidup masa yang akan datang. Oleh karena itu pimpinan perusahaan harus melaksanakan pengendalian secara konsisten terhadap semua aktivitas operasional perusahaan dalam hal ini menyangkut penjualan.
Pengendalian penjualan dapat dilakukan dengan adanya laporan aktivitas penjualan yang dibandingkan dengan anggaran penjualan untuk mengetahui sebab-sebab terjadinya selisih.
            Pengendalian penjualan meliputi analisis, penelaahan dan penelitian yang diharuskan terhadap kebijaksanaan, prosedur, metode dan pelaksanaan yang sesungguhnya untuk mencapai hasil pengembalian yang diharapkan investasi.
            Laba bersih yang optimum akan dapat direalisasi hanya apabila terdapat hubungan yang wajar diantara keempat faktor ini yaitu :
1.      Investasi dalam modal kerja dan fasilitas-fasilitas
2.      Volume penjualan
3.      Biaya operasi
10)  Laba kotor
Teknik-teknik analisis untuk meningkatkan volume penjualan yaitu :
1.      Analisis dan pelaksanaan penjualan masa lalu, dalam hubungannya dengan harga dan volume untuk menyelidiki dengan seksama segi kelemahan dari anggaran penjualan dan melaporkannya.
2.      Memberi bantuan kepada pimpinan penjualan untuk menentukan anggaran penjualan secara menyeluruh yang cocok dan melaporkan ketaatan pelaksanaannya sesuai dengan rencana.
3.      Memberi bantuan kepada pimpinan penjualan dalam menyususn standar penjualan.
4.      Pembuatan analisis biaya yang wajar dan analisis investasi untuk digunakan dalam menentukan harga jual.

Adapun tujuan dari pengendalian penjualan diantaranya sebagai berikut :
a.       Target penjualan dengan kualitas yang dikehendaki.
b.      Penerapan kebijaksanaan metode dan prosedur yang mendukung target penjualan.
c.       Efisiensi biaya penjualan dalam mencapai volume penjualan.
d.      Pencapaian hasil pengembalian.

11)  Hubungan Anggaran Penjualan Dengan Efektivitas Pengendalian Penjualan
Sebagaimana yang telah diketahui bahwa anggaran penjualan memiliki manfaat sebagai alat pengendalian. Manfaat dari anggaran penjualan adalah sebagai alat pengendalian penjualan sehingga bila terdapat selisih antara penjualan yang dianggarkan dengan penjualan sebenarnya dapat segera diketahui oleh manajemen, dan manajemen akan mengambil tindakan yang diperlukan dan menganalisisnya sehingga penjualan yang diharapkan dapat tercapai.
Masalah penjualan merupakan masalah yang komplek dan dinamis. Dikatakan dinamis karena situasi dan kondisi yang selalu berubah-ubah sehingga selalu terdapat masalah yang baru dan berbeda. Masalah-masalah yang ada dalam pengelolaan penjualan yaitu masalah produk, penetapan harga, distribusi, metode penjualan, organisasi, perencanaan dan pengendalian, dimana setiap perusahaan tidak dapat menghindarinya. Oleh karena itu diperlukan alat pengendalian penjualan untuk memecahkan masalah tersebut.
Pengendalian penjualan dapat mengungkap adanya penyimpangan melalui analisis dan penelitian. Penyimpangan yang terjadi harus dikoreksi manajemen agar volume penjualan yang diharapkan perusahaan dapat tercapai. Anggaran adalah salah satu alat bantu manajemen untuk dapat melaksanakan fungsi pengendalian penjualan agar penjualan berjalan lancar serta meminimalkan terjadinya penyimpangan.
Apabila penyimpangan dapat diminimalkan berarti perusahaan dapat mencapai penjualan optimal dengan membandingkan anggaran penjualan dan aktualnya, maka dapat disimpulkan bahwa anggaran penjualan bisa dipakai. Pada umumnya perusahaan saat ini menghadapi kesulitan di bidang pemasaran, maka akan lebih baik apabila penyusunan anggaran penjualan disusun paling dahulu karena secara umum anggaran penjualan mempunyai kegunaan pokok yaitu sebagai pedoman kerja, alat pengkoordinasian kerja, alat pengawasan kerja untuk membantu manajer dalam memimpin jalannya perusahaan. Sedangkan secara khusus anggaran penjualanberguna sebagai dasar penyusunan anggaran yang telah ditetapkan dapat tercapai. Berarti operasi perusahaan telah berjalan dengan baik, maka anggaran penjualan dapat mendukung efektivitas pengendalian penjualan.

Hubungan anggaran penjualan terhadap efektivitas pengendalian penjualan menurut Ellen Cristina dalam bukunya ”Anggaran Perusahaan” menyatakan bahwa Anggaran merupakan suatu proses perencanaan dan pengendalian kegiatan operasi perusahaan.

Jumat, 29 April 2016

bahasa indonesia 2# artikel populer

REKLAMASI TELUK JAKARTA
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, Presiden Joko Widodo akan mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) terkait proyek reklamasi 17 pulau dan National Capital Integrated Coastal Development (NCICD). Hal itu Darmin sampaikan seusai menghadiri rapat terbatas (ratas) bersama Jokowi dan sejumlah menteri lainnya, di Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Rabu siang tadi, 27 April 2016.

Darmin mengatakan, ada dua hal yang dibicarakan, yakni masalah pembangunan tanggul raksasa atau National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) dan proyek reklamasi 17 pulau di Teluk Jakarta. BACA: Soal Reklamasi, Ahok: Tak Ada Pembatalan Keppres

"Itu kan ada dua proyek besar di situ, Giant Sea Wall Jakarta dan reklamasi 17 pulau. Nah, kalau terpisah-pisah seperti sekarang, persoalannya juga bisa macem-macem, kemudian pembiayaannya juga tidak bisa dikaitkan," ujar Darmin ketika ditemui Tempo di lobi Gedung Wardhana, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, pada Rabu, 27 April 2016.

Darmin mengatakan, Jokowi akan menyatukan perencanaan kedua proyek tersebut, sehingga pembiayaannya juga bisa dirancang ulang. Terkait hal itu, Darmin menambahkan, Jokowi akan mengeluarkan Perpres.
"Itu berarti akan ada dasar Perpres yang baru," ujar Darmin. "Paling lama enam bulan, sama dengan moratorium yang 17 pulau itu," tambah Darmin ketika ditanya kapan Perpres tersebut akan dikeluarkan oleh Presiden.

Darmin mengaku, tidak ada pembicaraan terkait lahan yang sudah diserahkan kepada para pengembang. "Itu tidak dibicarakan bagaimana pokoknya perencanaan ulang dulu," ujarnya.

Sebelumnya, Jokowi mengadakan ratas bersama beberapa menteri lain, seperti Menteri PPN/Kepala Bappenas Sofyan Djalil, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Selain itu, hadir pula Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Gubernur Banten Rano Karno, dan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar.


tugas bahasa indonesia 2# laporan ilmiah

Pengertian Umum

Laporan ialah suatu wahana penyampaian berita, informasi, pengetahuan, atau gagasan dari seseorang kepada orang lain. Laporan ini dapat berbentuk lisan dan dapat berbentuk tulisan. Laporan yang disampaikan secara tertulis merupakan suatu karangan. Jika laporan ini berisi serangkaian hasil pemikiran yang diperoleh dari hasil penelitian, pengamatan ataupun peninjauan, maka laporan ini termasuk jenis karangan ilmiah. Dengan kata lain, laporan ilmiah ialah sejenis karangan ilmiah yang mengupas masalah ilmu pengetahuan dan teknologi yang sengaja disusun untuk disampaikan kepada orang-orang tertentu dan dalam kesempatan tertentu.
Laporan Ilmiah adalah laporan yang disusun melalui tahapan berdasarkan teori tertentu dan menggunakan metode ilmiah yang sudah disepakati oleh para ilmuwan (E.Zaenal Arifin,1993).
Dan menurut Nafron Hasjim & Amran Tasai (1992) Karangan ilmiah adalah tulisan yang mengandung kebenaran secara obyektif karena didukung oleh data yang benar dan disajikan dengan penalaran serta analisis yang berdasarkan metode ilmiah.
Laporan ilmiah adalah bentuk tulisan ilmiah yang disusun berdasarkan data setelah penulis melakukan percobaan, peninjauan, pengamatan, atau membaca artikel ilmiah.

Berikut ini adalah beberapa hal yang harus diperhatikan tentang laporan ilmiah.
1. Kegiatan menulis laporan ilmiah merupakan kegiatan utama terakhir dari suatu
kegiatan ilmiah.
2. Laporan ilmiah mengemukakan permasalahan yang ditulis secara benar, jelas, terperinci, dan ringkas.
3. Laporan ilmiah merupakan media yang baik untuk berkomunikasi di lingkungan akademisi atau sesama ilmuwan.
4. Laporan ilmiah merupakan suatu dokumen tentang kegiatan ilmiah dalam memecahkan masalah secara jujur, jelas, dan tepat tentang prosedur, alat, hasil temuan, serta implikasinya.
5. Laporan ilmiah dapat digunakan sebagai acuan bagi ilmuwan lain sehingga syarat-syarat tulisan ilmiah berlaku juga untuk laporan.
6. Laporan ilmiah, umumnya, mempunyai garis besar isi (outline) yang berbeda-beda, bergantung dari bidang yang dikaji dan pembaca laporan tersebut. Namun, umumnya, isi laporan terdiri atas tiga bagian, yaitu pendahuluan, isi, dan penutup.

Suatu karya dapat dikatakan ilmiah jika memenuhi syarat sebagai berikut :
1. Penulisannya berdasarkan hasil penelitian, disertai pemecahannya
2. Pembahasan masalah yang dikemukakan harus obyektif sesuai realita/ fakta
3. Tulisan harus lengkap dan jelas sesuai dengan kaidah bahasa, Pedoman Umum
4. Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD), serta Pedoman Umum Pembentukan Istilah (PUPI)
5. Tulisan disusun dengan metode tertentu
6. Tulisan disusun menurut sistem tertentu
7. Bahasanya harus lengkap, terperinci, teratur, ringkas, tepat, dan cermat sehingga tidak terbuka kemungkinan adanya ambiguitas, ketaksaan, maupun kerancuan.

Jenis Laporan Ilmiah 
a. Laporan Lengkap (Monograf).
1) Menjelaskan proses penelitian secara menyeluruh.
2) Teknik penyajian sesuai dengan aturan (kesepakatan) golongan profesi dalam bidang ilmu yang bersangkutan.
3) Menjelaskan hal-hal yang sebenarnya yang terjadi pada setiap tingkat analisis.
4) Menjelaskan (juga) kegagalan yang dialami,di samping keberhasilan yang dicapai.
5) Organisasi laporan harus disusun secara sistamatis (misalnya :judul bab,subbab dan seterusnya,haruslah padat dan jelas).

b. Artikel Ilmiah
1) Artikel ilmiah biasanya merupakan perasan dari laporan lengkap.
2) Isi artikel ilmiah harus difokuskan kepada masalah penelitian tunggal yang obyektif.
3) Artikel ilmiah merupakan pemantapan informasi tentang materi-materi yang terdapat dalam laporan lengkap.

c. Laporan Ringkas
Laporan ringkas adalah penulisan kembali isi laporan atau artikel dalam bentuk yang lebih mudah dimengerti dengan bahasa yang tidak terlalu teknis (untuk konsumsi masyarakat umum).
SEKS BEBAS 
PADA KALANGAN REMAJA 
LAPORAN ILMIAH
Disusun Oleh 
Nama : andree maulana yusuf
Kelas : 3ea29

NPM : 10213939
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Dunia remaja sangat rentan oleh pergaulan bebas. Karena terlalu bebasnya, seringkali kegiatan sehari-sehari mereka tidak terkontrol oleh pihak orangtua dan pihak sekolah. Jika hal tersebut terus berlanjut, bukan tidak mungkin akan banyak hal negatif yang akan menimpa mereka. Salah satunya adalah terjerumusnya mereka dalam seks bebas.
Pergaulan bebas atau seks bebas remaja di kota-kota besar Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan, yakni remaja puteri di kota-kota besar cenderung sudah tidak perawan. Hal ini berdasarkan survei dari BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) yang menyatakan bahwa separuh dari perempuan lajang di kota besar khususnya  Jabotabek kehilangan keperawanan dan melakukan hubungan seks pranikah berkisar antara 13-18 tahun.
Beberapa faktor yang mendorong anak remaja melakukan hubungan seks pranikah diantaranya adalah pengaruh liberalisme atau pergaulan hidup bebas, faktor lingkungan, dan faktor keluarga yang mendukung ke arah perilaku tersebut serta pengaruh dari media massa.
Remaja sebenarnya tahu kalau seks bebas merupakan ancaman serius yang dapat menghancurkan masa depan bangsa, maka dari itu penulis yang merupakan sebagai pelajar juga harus segera menemukan solusinya dengan cara membuktikannya, yaitu menyelidiki dan menjelaskannya dalam laporan ilmiah ini.
  
 1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan, penulis dapat merumuskan masalah yang akan dibahas dalam laporan ilmiah ini. Masalah tersebut adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana seks bebas bisa terjadi pada kalangan remaja?
2. Bagaimana pengaruh seks bebas terhadap para remaja?
3. Bagaimana upaya pencegahan seks bebas di kalangan remaja?

1.3 Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan laporan ilmiah ini adalah :
1. Mengetahui alasan seks bebas bisa terjadi pada kalangan remaja
2. Mengetahui pengaruh dari seks bebas
3. Mengetahui upaya atau cara pencegahan seks bebas

1.4 Manfaat Penulisan
Memberikan informasi kepada para remaja tentang pengaruh atau dampak dari seks bebas dan upaya atau cara pencegahan seks bebas.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Definisi Seks, Seksual, Perilaku Seksual, dan Hubungan Seksual
  • Definisi Seks. Seks berarti jenis kelamin, yaitu suatu sifat atau ciri yang membedakan laki-laki dan perempuan.
  • Definisi Seksual. Seksual berarti yang ada hubungannya dengan seks atau yang muncul dari seks, misalnya pelecehan seksual yaitu menunjuk jenis kelamin yang dilecehkan.
  • Definisi Perilaku Seksual. Perilaku seksual adalah segala bentuk perilaku yang muncul berkaitan dengan dorongan seksual.
  • Definisi Hubungan Seksual. Hubungan seks mempunyai arti hubungan kelamin sebagai salah satu bentuk kegiatan penyaluran dorongan seksual.

2.2 Seks Bebas
Seks bebas adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual terhadap lawan jenis maupun sesama jenis yang dilakukan di luar hubungan pernikahan mulai dari necking, petting sampai intercourse dan bertentangan dengan norma-norma tingkah laku seksual dalam masyarakat yang tidak bisa diterima secara umum.

2.3 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Seks Bebas
Faktor-faktor yang mempengaruhi seks bebas diantaranya adalah :
1. Adanya pertentangan dari lawan jenis
2. Adanya tekanan dari keluarga dan teman
3. Kurangnya pengetahuan remaja tentang seks bebas
4. Kurangnya perhatian dari keluarga khususnya orangtua
5. Tipisnya keimanan
6. Kondisi stres yang dialami oleh remaja

2.4 Beberapa Alasan Seks Bebas Bisa Terjadi Pada Kalangan Remaja
  • Tidak bisa mengatakan “tidak”. (1) Biasanya karena merasa takut diputus hubungan oleh pacarnya, (2) Pacar sudah membujuk rayu sedemikian rupa, sampai akhirnya tidak bisa menolak, (3) Biasanya dijadikan alasan sebagai pembuktian cinta, (4) Merasa bukan anak gaul, (5) Dengan pernah melakukan seks dianggap gaul. Banyak remaja yang memiliki konsep diri rendah tetap melakukannya supaya dianggap gaul.
  • Bisnis. Prostitusi semakin merebak sekedar iming-iming uang dengan nilai besar dapat membuat remaja melakukannya dan juga dibeberapa daerah remaja dijadikan alat bisnis oleh orangtuanya atau juga karena masalah ekonomi.
  • Nilai agama yang berkurang. Nilai agama yang berkurang pada anak-anak mengakibatkan tidak ada lagi rasa takut.
  • Tayangan tv. Kurangnya pengawasan orangtua dalam menonton tv dimana seharusnya orangtua mendampingi dan memberikan masukkan dan arahan terhadap apa yang ditonton anak-anak.
  • Gaya hidup. Beberapa remaja yang melakukannya mengatakan hal tersebut merupakan gaya hidup mereka.

2.5 Pengaruh atau Dampak dari Seks Bebas
Adapun dampak dari seks bebas bagi kesehatan diantaranya adalah :
  • Dampak fisik : (1) Untuk perempuan berusia di bwah 17 tahun yang pernah melakukan hubungan seks bebas akan beresiko tinggi terkena kanker serviks, (2) Beresiko tertular penyakit kelamin dan HIV/AIDS yang bisa menyebabkan kemandulan bahkan kematian, (3) Terjadinya KTD (Kehamilan yang Tidak Diinginkan) hingga tindakan aborsi yang dapat menyebabkan gangguan kesuburan, kanker rahim, cacat permanen bahkan berujung pada kematian.
  • Dampak psikologis : Merupakan dampak yang seringkali terlupakan ketika melakukan seks bebas, yaitu akan selalu muncul rasa bersalah, marah, sedih, menyesal, malu, kesepian, tidak punya bantuan, bingung, stres, benci pada diri sendiri, benci pada orang yang terlibat, takut tidak jelas, insomnia, kehilangan percaya diri, gangguan makan, kehilangan konsenterasi, depresi, berduka, tidak bisa memaafkan diri sendiri, takut akan hukuman Tuhan, mimpi buruk, merasa hampa, halusinasi, dan sulit mempertahankan hubungan.

2.6 Upaya Pencegahan Seks Bebas
  1. Perlu dikembangkan model pembinaan remaja yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi remaja yang sesuai dengan kebutuhan.
  2. Informasi yang terarah baik secara formal maupun informal yang meliputi pendidikan seks, penyakit menular seksual, KB dan kegiatan lain juga dapat membantu menekan angka kejadian perilaku seks bebas dikalangan remaja.
  3. Perlu adanya sikap tegas dari pemerintah dalam mengambil tindakan terhadap pelaku seks bebas dengan memberikan hukuman yang sesuai bagi pelaku seks dengan harapan mereka tidak mengulangi perbuatan tersebut.

BAB III
PENUTUP

3.1 Simpulan
Adapun simpulan berdasarkan hasil penulisan ini adalah :
  1. Masalah seks bebas pada remaja merupakan ancaman serius yang dapat menghancurkan masa depan bangsa.
  2. Pengaruh seks bebas sangatlah buruk , khususnya bagi kesehatan pribadinya.
  3. Masalah pencegahan seks bebas merupakan tugas kita bersama.
  4. Peran orangtua sangatlah besar bagi pencegahan seks bebas mengingat orangtua merupakan faktor terbesar dalam memberikan kasih sayang dan perhatian, serta pentingnya peranan pendidik di sekolah dan peranan agama.
  5. Perlunya peningkatan pengetahuan bahaya seks bebas bagi para remaja.

3.2 Saran
Faktor terbesar yang mengakibatkan remaja terjerumus ke dalam perilaku seks bebas adalah kurangnya kasih sayang dan perhatian orangtua oleh karena itu, diperlukan adanya keterbukaan antara orangtua dan anak dengan melakukan komunikasi yang efektif sehingga memperkecil kemungkinan bagi mereka melakukan penyimpangan perilaku.

Kesadaran dari para remaja untuk tidak mendekat maupun melakukan seks bebas adalah tindakan yang sangat mungkin dilakukan untuk menghindari seks bebas dikalangan remaja. Selain itu perlunya peningkatan pengetahuan akan seks bagi para remaja yang mana apabila para remaja mengetahui apa esensi sebenarnya dari pendidikan seks yang mencakup tentang pengetahuan genital, pemahaman mengenai organ-organ tubuh mana yang boleh dilihat atau tidak, bagaimana cara bergaul dengan teman lawan jenis, serta resiko apa yang mungkin dapat terjadi apabila melakukan seks bebas maka para remaja tidak akan berani untuk mencoba melakukan seks bebas.